Riwayat Kopi Masuk Tenggorokan

pagi pagi sebelum berangkat
secangkir kopi kuminum

di tempat kerja...
(sebagai manusia beradab kita harus bekerja!
walau dengan gaji seadanya. yang penting terlihat orang
bahwa kita berangkat kerja. walau mereka tak tahu
bagaimana keadaan kita sebenarnya. bahwa kita melarat adanya)
kuambil gelas
kutuang kopi, gula
menyeduhnya dengan air panas
aduk dengan sendok
segelas kopi panas siap diminum
di atas meja kerja seorang (!)

waktu berlalu
ini itu dikerjakan
bikin surat bikin file
cetak surat cetak file
diselang seling teguk kopi masuk tenggorokan
kopi di gelas makin berkurang
sampai amblas tinggal ampas tak untuk masuk kerongkongan
kerjaan masih tersisa minta perhatian
jam kerja baru setengah jalan
harus dilakukan tindakan susulan!

diboyong tu gelas ke tempat gula kopi
diisi kembali
tuang gula tuang kopi
tuang air panas
aduk lagi
segelas kopi kedua (atau ketiga untuk hari ini)
siap terhidang
di atas meja kerja seorang!

kerja dilanjutkan
cerita tentang kopi berulang
sampai habis jam kerja waktunya pulang
kopi di gelas tlah menguap diminum seorang

sampai di rumah
ada jeda waktu cukup panjang (tapi terkadang tak demikian)
sampai waktu malam menjelang
sampai kira-kira jam delapan jam sembilan
terkadang lebih awal
cerita tentang kopi kembali terulang
gelas, kopi, gula, air panas, segelas kopi panas!
segelas kopi keempat!

empat gelas kopi sehari?
alamak...! ancur awak!
bukan tak pernah dengar bahaya kopi jika kebanyakan
bagi jantung bagi ginjal
bagi tekanan darah meninggi sampai stroke!
tapi akibat hidup tak sehat
hidup tak produktif
stress, tekanan hidup membuat compulsif
sampai sesuatu dilakukan begitu masif eksesif!
Bahaya!
(13 Agust 2008)

Tirani Jiwa

di hadapanku ada tembok
di kanan kiriku tembok
di belakangku juga tembok
aduh, aku kepentok!

aku hampir menangis
singkirkan tembok itu!
sungguh ku mohon...!
slalu tak ada sahutan

inikah tirani jiwa?
inikah hambatan diri?
kesulitan ungkapkan diri
akibat rasa rendah diri?

kuawali slalu dengan penuh rencana
tapi rencana hanya tinggal rencana
yang terjadi seperti biasa
tak terjadi apa-apa

berada dalam sebuah lingkaran
lingkaran setan
tak pernah berhasil ke luar
hambatan ini tak terpatahkan

aku hidup dalam penjara
penjara jiwa namanya
segala rencana lenyap di udara
akibat tak ada tindakan nyata